Tarian Barong dan Keris Di Ubud Bali

Pertarungan antara Barong dan Rangda adalah sebuah cerita yang digambarkan di dalam tradisi Bali. Biasanya pertunjukan ini dimainkan di kuil orang mati. Cerita yang paling terkenal adalah cerita Calonarang yang merupakan janda dari jirah yang sangat marah karena dia tidak bisa menemukan suami yang cocok untuk putrinya Ratna Manggali. Hal ini dikarenakan semua pemuda ketakutan dengan an sihir hitamnya.

Jadi dia membalas dendam dengan menghancurkan kerajaan Daha. Erlangga yang adalah raja dari kerajaan Daha mencoba untuk menghukumnya tapi semua usahanya gagal. Dia membunuh semua tentara yang dikirimkan untuk menghancurkannya. Lalu Rangda memutuskan untuk menghancurkan kerajaan Daha. Rangda memanggil semua murid-muridnya lalu mereka menuju ke pemakaman Setra Gendrainayu untuk mempersembahkan korban kepada durga sang dewi kematian.

Durga menyetujui penghancuran tersebut namun dia mengingatkan agar penyihir tidak masuk kedalam kota Daha. Hanya saja sang penyihir tidak mendengarkan nasehat dari durga sehingga dia menghancurkan semuanya. Mayat-mayat berhamburan di mana-mana dan baunya tidak tertahankan. Satu-satunya yang bisa menghancurkan sang penyihir adalah mpu Bharadah. Atas permintaan raja Bharadah mengirimkan muridnya Bahula untuk mencuri sihir calonarang.

Bahula berpura-pura mengajak Ratna Manggali untuk menikah dan pada saat sang penyihir tidak berada ditempat, maka Bahula mencuri senjata sihir dengan bantuan Ratna Manggali. Lalu dia memberikan senjata yang dicurinya itu kepada gurunya Bharadah.

tari barong dan keris di ubud

Bharadah pergi ke Daha untuk menantang sang penyihir. Dengan bantuan dari Barong, Rangda akhirnya dikalahkan. Sebelum mati Rangda meminta untuk dilepaskan dari kutukannya dan dimurnikan.

Cerita berlanjut dimana Rangda yang merupakan ibu dari Erlangga sang raja Bali pada abad ke-10 dikutuk oleh ayahnya Erlangga karena dia mempraktekkan ilmu hitam. Setelah dia menjadi seorang janda dia memanggil semua roh jahat di dalam hutan untuk mengejar Erlangga. Sebuah pertarungan terjadi, tetapi karena Rangda dan prajurit-prajurit ilmu hitamnya terlalu kuat sehingga Erlangga harus meminta bantuan dari Barong.

Barong datang bersama tentara Erlangga, tetapi Rangda melepaskan sebuah mantra yang membuat tentara-tentara Erlangga ingin membunuh dirinya sendiri. Tentara-tentara Erlangga ini menusukkan keris beracun mereka ke perutnya sendiri dan juga ke dadanya. Barong melepaskan sebuah mantra yang membuat prajurit-prajurit Erlangga kebal terhadap keris yang tajam. Di akhir cerita Barong menang dan Rangda melarikan diri.

Seseorang bisa mati atau terluka dengan serius pada saat melakukan tarian Barong. Dikatakan bahwa jika mantra Rangda terlalu kuat, maka seorang tentara yang lemah mungkin tidak bisa menahannya bahkan dengan bantuan Barong. Dia bisa saja menyakiti dirinya sendiri dengan kerisnya sendiri. Topeng Barong dan Rangda dianggap sebagai barang yang sakral dan sebelum mereka dibawa keluar seorang pendeta harus hadir untuk memberkati dengan an memercik kan air suci ke topeng-topeng tersebut.

tari keris

Harga Tiket Tarian Barong & Keris

Jika anda tertarik untuk menyaksikan pertunjukan tarian Barong dan keris ini, maka anda bisa datang ke kawasan Batubulan di kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Anda bisa masuk dan menyaksikan pertunjukan ini dengan membeli tiket di lokasi pertunjukan. Harga tiket untuk menyaksikan tarian Barong ini adalah Rp.100.000.

Lokasi Tarian Barong & Keris

Seperti yang sudah dituliskan di atas, lokasi dari pertunjukan tari Barong dan keris ini bertempat di Jl. Raya Batubulan No.295X, Batubulan, Kec. Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali. Tempat ini berjarak sekitar 30 km dari kawasan Kuta Bali. Jika anda tertarik untuk datang menyaksikan pertunjukan tarian Barong dan keris ini, maka anda bisa melihat lokasi pertunjukan dari Google Maps di bawah ini…