Teras Sawah Jatiluwih Bali

Sawah terasering Jatiluwih atau teras sawah Jatiluwih merupakan tempat wisata di Tabanan yang sekarang sedang populer dengan pemandangan hamparan sawah berundak-undak yang indah. Bagi Anda yang merencanakan liburan di Bali, obyek wisata ini bisa dijadikan pilihan destinasi berlibur untuk menikmati keindahan panorama sawah pegunungan yang memikat hati.

Sejarah Teras Sawah Jatiluwih

Nama Jatiluwih sendiri berasal dari kata Jaton dan Luwih. Dimana Jaton artinya Jimat, sedangkan Luwih berarti bagus. Jadi dapat disimpulkan di sini Jatiluwih mempunyai arti sebuah desa yang mempunyai jimat yang benar-benar bagus atau berwasiat.

Hal tersebut sampai sekarang dapat dibuktikan dengan adanya hasil-hasil dari bertani dan berkebun yang cukup memenuhi kebutuhan hidup dan kesejahteraan bagi semua penduduknya dan terjaminnya keselamatan bagi para penduduknya selama menjalankan kehidupan bertani.

teras sawah jatiluwih

Keistimewaan Teras Sawah Jatiluwih

Gelar Warisan Budaya Dunia

UNESCO menetapkan desa Jatiluwih sebagai Warisan Budaya Dunia pada 29 Juni 2012 karena tempat ini memiliki keunikan dan ciri khas pada sistem pertaniannya yaitu menggunakan konsep filosofi Tri Hita Karana. Jatiluwih termasuk di dalam kawasan Lanskap Subak dari Catur Angga Batukaru yang merupakan salah satu dari 5 kawasan di Bali yang ditetapkan oleh UNESCO menjadi warisan budaya dunia.

Secara sosio-kultural manajemen organisasi subak Desa Jatiluwih berdasarkan prinsip dari filsafat Tri Hita Karana yang bertujuan agar tercapai dan terbinanya keselarasan dan keharmonisan antara warga subak dengan sesamanya, warga subak dengan lingkungan/alam, dan warga subak dengan Sang Pencipta/Tuhan sebagai unsur parahyangan.

Suasana

Desa Jatiluwih sangat terkenal dengan keindahan alam dengan sawah teraseringnya dan menjadi salah satu tujuan wisata terbaik di Tabanan. Aktifitas petani di jatiluwih menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Pada umumnya kegiatan petani di sawah masih menggunakan cara-cara dan alat-alat tradisional untuk menggarap sawahnya seperti; Mencangkul, Nampadin (membersihkan pematang sawah), Ngelampit (membajak sawah), Melasah (meratakan tanah sawah), Nandur (menanam padi), dll.

Kegiatan petani tersebut benar-benar menjadi salah satu daya tarik tersendiri dan sering kali dijadikan sebagai obyek fotografi oleh wisatawan. Tidak hanya itu, di Jatiluwih juga terdapat aktifitas wisata seperti hiking dan cycling. Oleh karenanya untuk mendukung sarana pariwisata di Jatiluwih juga terdapat penginapan, cafe, dan warung hingga restoran yang memiliki ciri khas menyajikan makanan dengan beras merah dari hasil pertanian di Jatiluwih. Suasananya sangat tenang dan dan masih sangat alami. Tidak heran jika wisata ini termasuk salah satu tempat di Bali yang disebut memiliki pemandangan eksotis.
teras sawah jatiluwih
teras sawah jatiluwih

Waktu Berkunjung

Pada saat mengunjungi obyek wisata Jatiluwih direkomendasikan antara jam 08.00 pagi sampai sore hari sekitar jam 17.00. Pada jam-jam tersebut aktivitas petani banyak dijumpai. Mengingat Jatiluwih memiliki curah hujan yang tinggi, disarankan bagi para wisatawan untuk selalu menyiapkan payung ataupun jas hujan. Akan lebih baik jika sebelum mengunjungi Jatiluwih pengunjung bisa memantau prakiraan cuaca sehari sebelumnya.

Sangat disarankan bagi para wisatawan untuk mengunjungi Jatiluwih diantara bulan Februari sampai bulan April, karena pada bulan-bulan tersebut tanaman padi akan tumbuh tinggi, hijau dan menguning. Sehingga Anda bisa menikmati keindahan sawah terasering Jatiluwih di waktu yang tepat.

Tiket Masuk

Bagi Anda yang ingin berkunjung ke Jatiluwih dikenakan harga tiket masuk yang di bedakan dalam 2 kategori yang untuk wisatawan domestik dan mancanegara. Untuk wisawan domestik dikenakan biaya 15.000 rupiah per orang dan Wisatawan Asing 40.000 rupiah per orang.
Jangan lupa untuk mengunjungi tempat wisata Bali yang unik ini. Kesejukan dan pemandangannya yang indah sangat sayang untuk dilewatkan.